Kamis, 03 September 2020

Mengenal COVID-19, Apakah anda tahu??

                                                          


COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan. Virus ini adalah virus baru yang terjadi di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.

Sejarah Penemuan


Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.


Tanggal 7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru, yaitu virus Corona, yang merupakan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang mana dilaporkan lebih dari 2.000 kasus infeksi virus tersebut terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei.


Virus Corona (CoV) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019 (disingkat menjadi COVID-19).

Masa Inkubasi


Masa inkubasi dapat bervariasi antar pasien, yaitu 2-14 hari setelah terpapar virus berdasarkan periode inkubasi yang ditunjukkan sebelumnya pada virus MERS. Masa inkubasi 24 hari telah diamati dalam penelitian terbaru. WHO mengatakan periode inkubasi yang panjang dapat mencerminkan paparan ganda Coronavirus.


Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi Covid-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan, jadi tetap berhati hati dan jaga kesehatan

Penularan


Penularan dari orang ke orang diperkirakan terjadi melalui droplet ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya yang dapat terhirup ke dalam paru-paru.


Penularan Covid-19 dapat juga terjadi dengan menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya dan kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri.


Apakah Sudah Ada Vaksin atau Obat untuk Covid-19?

Untuk saat ini di Indonesia sudah ada vaksinya dan sudah di uji coba, dan kemungkinan paling cepat awal Januari 2021 sudah siap untuk di produksi vaksinya


Adakah Antibiotik untuk Mencegah dan Mengobati Covid-19?

Anti biotik tidak bisa untuk melawan virus, antibiotik di gunakan untuk mencegah / membunuh bakteri. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan infeksi virus. Namun, antibiotik akan diberikan karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi saat pasien tersebut dirawat di rumah sakit.


Sumber:


Worldometers. Coronavirus. Diperoleh 2 Mei 2020 dari https://www.worldometers.info/coronavirus

CDC. Coronavirus. Diperoleh 2 Mei 2020 dari https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/prevention

Kebiasaan sehari hari ini bisa merusak Ginjal?! apa saja?

  Ginjal merupakan oragan dalam kita yang mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengatur supaya tubuh kita tetap sehat contohnya seperti memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah, menghilagkan kelebihan air, dan mengontrol kadar mineral dalam darah. Tanpa ginjal yang sehat bukan hanya aktifitas kita yang akan terganggu, tetapi juga akan membuat kita lebih besar terkena serangan jantung dan stroke.


   Denagan demikian menjaga kesehatan ginjal sangat penting untuk kita lakukan supaya mecegah terjadinya penyakit tersebut, dan salah satunya dengan menghindari kebiasaan buruk yang kerap kali ternyata bisa membuat ginjal kita cepat rusak, nah ada bebrapa kebiasaan yang biasa kita lakukan

   1. Terlalu sering mengkonsumsi makanan kemasan


    Kebanyakan makanan olahan mengandung Natrium yang banyak, yang memiliki dampak yang cukup buruk bagi jantung dan ginjal, ketika tubbuh terlalu banyak asupan garam tubuh perlu natrium saat buang air kecil dan meningkatkan jumlah air kencing dan meningktkan jumlah kalsim di dalam urin.
    Untuk menghindari terkena  batu ginjal, Center for disease Control  and Prevention  merekomendasikan setiap individu untuk mebatasi asupan garam pada 2300 miligram per hari.

2. Merokok


   Rokok adalah penyebab masalah berbagai masalah kronis bagi tubuh terutama salah satunya pada ginjal  Satu studi dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention menemukan bahwa menghentikan kebiasaan merokok selama 16 tahun atau lebih dapat mengurangi risiko karsinoma sel ginjal sebesar 40 persen. 
   Selain itu merokok juga dapat merusak pembuluh darah, meningktakan resiko tekanan darah, danitu merupakan faktor resiko terjadinya kerusakan pada ginjal.

3. Kurang minum


    Nah yang ini kebiasaan ini juga bisa membuat ginjal kita rusak. Sebab, menurut National Kidney Foundation tidak cukup minum air, bisa menyebabkan kurangnya cairan untuk membilas sistem agar kadar natrium tetap terjaga dan bersih dari limbah, dan juga tubuh yang dehidrasi lebih sulit menjaga tekanan darah.
    Padahal ginjal sangat sensitif terhadap aliran darah. Sehingga dehidrasi akan menyebabkan tekanan darah turun dan juga aliran darah ke ginjal ikut turun jika diabaikan beresiko menyebabkan ginjal bermasalah
  
     Nah itulah beberapa kegiatan sehari - hari yang bisa membuat ginjal kita rusak, jadi tetap jaga kesehatan ya dan jangan terlalu sering melakukan kegiatan diatas ya tetap sehat ya.